Jadilah seorang raja

Ada satu cerita yang aku baca waktu tengah mengeluarkan hasil tenusu aku waktu pagi hari ni. Petikan dari cerita tu..

“….
“Bagaimana rasanya apabila tidak dihargai?”tanya Mat. Nadanya sedih.
“Mengapa” tanya saya simpati.
“Mereka masih melihat jawatan, harta dan nama.”
“Kau tidak perlu penghargaan yang seperti itu.”
Dia merenung jauh.
“Kalau kita dihargai kerana berpangkat, berharta dan bernama, penghargaan itu hakikatnya bukan untuk kita tetapi untuk pangkat, harta dan nama.”
“Tetapi aku sedih… setelah sekian banyak yang aku lakukan.”

Kita berharga tanpa penghargaan

“Jangan mengharap terima kasih, Mat. Nanti sakit jiwa. Hakikatnya, majority manusia yang hidup didunia ini tidak pandai berterima kasih. Jika kepada Allah pun hanya sedikit manusia yang mampu bersyukur, inikan pula kepada sesama manusia,” kata saya seakan memujuk.
“Aku sedih, itu sahaja…”
“Lupakan Mat. Aku kenal kau sejak dulu. Kau tak perlukanpenghargaan kerana kau sememangnya berharga. Kata bijak pandai, jangan sedih kalau kita tidak dihargai tetapi sedihlah jika benar-benar kita tidak berharga.”

Mat mendongakkan muka yang sejak tadi tunduk.
…”

Akan bersambung…tunggu..
Artikel ini dipetik dari Majalah Anis Keluaran Januari 2009, dari ruangan Kemudi Hati. Semoga En Pahrol Mohamad Juoi menghalalkan penulisannya untuk tujuan perkongsian ilmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s